(bagi Jaid Saidi)
Puisi Anto Narasoma
lihatlah !
seperti waktu
yang menyajikan tempo, penuh kerut-merut dalam naskah
kadang berawan penuh kabut ; kadang-kadang
hujan badai
di wajahmu menitikkan kata-kata yang kabur dari canda dan tawa
masa kita sudah lewat, bung. meninggalkan jejak pada hitam putih panggung pementasan
dari garis-garis wajahmu
ada kalimat permainan
yang dibuka willy surendra
di balik tabir itulah akhirnya ;
ketentuan takdir yang tersenyum pada kerut-merut sisa adegan dalam permainan terakhir kita, sudah bubar
lalu ia berkata :
usia panggung pementasan kita pun sudah tergeletak tanpa suara !
Palembang
7 Aguatus 2022
Advertisement










