Lebaran Kepagian
Cerpen Absurd Gus Nas Jogja Matahari bangkit dengan rahang terkatup rapat, enggan menumpahkan cahaya sepenuhnya ke lembah Tamiang yang masih basah. Di tanah lapang...
Anatomi Kejatuhan Hegemoni: Lonceng Kematian bagi “Pax Americana”
Oleh: Sobirin MalianDosen FH UADDunia di tahun 2026 tidak lagi melihat perang sebagai adu moncong meriam semata. Analisis terhadap eskalasi di Teluk Persia mengungkapkan...
Selamat Lebaran Indonesia
Oleh : Radhar TribaskoroAda satu momen dalam hidup sebuah bangsa ketika ia berhenti sejenakโbukan karena kalah, bukan karena lelah, tetapi karena sadar: ada yang...
Iran Spiritual yang Mematerial
Oleh: Airlangga Pribadi, Ph.D.Dosen Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga SurabayaApa kunci dari kekuatan pertahanan Iran menghadapi serangan brutal dari kaum imperialis sehingga mampu bertahan...
Republik dan Naskah yang Dilupakan
Kekerasan Politik, Rapuhnya Kewaspadaan Negara, dan Krisis Arah Demokrasi Indonesia
Oleh: Yudiaryani*Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, mengingatkan publik bahwa ruang...
Satu Islam, Tapi Dua Jadwal Puasa, Dua Jadwal Idul Fitri
Inikah Pilihan Ideal Yang Terus Berlaku Selamanya? Perlunya Kesatuan Kalender Hijriah?
Oleh: Denny JAEsai ini menghormati perbedaan penetapan Hari Raya 2026. Namun sekaligus mengajukan pertanyaan...
Iran: Bonus Demografi dan Sosiologi Tawakkal
Oleh: Hendrajit
Setting geografis Iran sama pentingnya dengan setting sejarahnya. Dari populasi Iran yang saat ini kisaran antara 83 hingga 90 juta jiwa (data...
Korosi Demokrasi Dan Ekologi Ketakutan
๐๐ฅ๐๐ก: ๐๐ฎ๐ก๐๐ฆ๐ฆ๐๐ ๐๐๐ค๐ซ๐จ ๐๐๐๐ซ๐ข๐ ๐๐ฎ๐ฅ๐๐ข๐ฆ๐๐ง, ๐๐จ๐ฌ๐ข๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐๐ฌ๐๐ฅ ๐๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ฅ Tragedi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, di kawasan Salemba pada medio...
Perang yang Lebih Dalam : Benturan Dua Ideologi Pemikiran
Oleh: Haidar BagirSaat menyempatkan diri mengikuti kuliah musim panas di George Washington Universitas bersama Sayed Hossein Nasr, beliau pernah menceritakan sebuah kisah terkait dengan...
Kedalaman Lahir Batin Maaf Kami Sekeluarga
Puisi oka swastika mahendra1Kedalaman lahir batin kami menunduk sunyiDi ambang waktu biru bergetar oleh panggilan suciPuasa menjadi sarana jembatan antara raga dan nurani,Kami berjalan...

















