Tujuh Belas Kali
Renungan Hendrajit
17 KaliDalam sehari semalam, tanpa kita sadari, ada tujuh belas kali lidah ini kembali ke pintu yang sama.Pintu itu bernama Al-Fātiḥah.Bukan kebetulan ia...
Akik : Ekonomi Hati Gembira Walau Sedikit Uang
Oleh: Salamuddin DaengSetiap jaman ada kejadian penting yang membuat rakyat bergairah dan gembira. Di era Jokowi masyarakat berebut membeli tanaman hias. Di pasar tanaman...
Demokrasi Sebagai Tata Kelola
Oleh: Radhar TribaskoroKita terlalu lama berbicara tentang demokrasi sebagai nilai. Demokrasi disebut luhur, mulia, identik dengan hak asasi manusia, kebebasan berbicara, kesetaraan, dan penghormatan...
Angin dari Timur
(elegi buku dan pinsil)
Puisi Joko Pranotobagian : 2ngada tersungkurmemunguti kepedihandi antara pohon cengkeh dan perdu yang hampir layuistana sedang apa?barangkali sedang menyiapkan diksi :"hanya...
Angin dari Timur
(mengenang YBR)Puisi Joko Pranotobagian: 1negeriku ternoda potret kemelaratan menyala apakah kita mampu menutup mata?atau kita sedang mencari-cariperistiwa pengalihanagar istana tetap suci?negeriku sudah tak tau...
Kisah Dua Tuyul Menemui Jin Ifrit
Orkestrasi SP3 Polisi dan Kotak Pandora Jokowi
Oleh: Lukas LuwarsoEggi Sudjana dalam satu pernyataan terkait pertemuannya dengan Jokowi menyebut (beranalogi), ia seperti Nabi Musa yang...
Kasus Ijazah Jokowi Mulai Menemukan Titik Terang Kewarasannya. Bagaimana Nasib Jokowidodo?
Oleh: MN LapongKian hari publik disuguhi kenyataan bahwa cerita ijazah itu mulai menemukan titik terang kewarasannya, sebab info validasi atas kasus ini makin memperjelas...
Surat Terbuka untuk Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Biarkan Pena Mereka Patah Lagi
Bung Melki yang baikApa kabar, Bung? Saya harap surat ini sampai ke tanganmu di tengah hiruk-pikuk tugas negara yang tak ada habisnya. Menyimak rekaman...
Negara Rp10.000: Ketika Anak SD Mati, dan Republik Tetap Pidato
Oleh : Martondi Heritage Seorang anak SD di Nusa Tenggara Timur mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pulpen seharga Rp10.000.Ayo, kamu ulangi...
Gus Baha
Oleh: Kang Anon
Muak! Itu satu kata yang paling pas buat menggambarkan isi kepala gue tiap kali buka media sosial hari ini. Kita hidup di...
















