Hikayat Pulau Perca
Sajak Afnan Malaydi lautan, kapal Sumatera berbenderaperca: kain terkoyak-koyak, terdampar ke daratan cabikan-cabikan menyulaphutan-hutan. raja-raja hutan berdatangansilih berganti mengasah kapak-kapaklapar jutaan hektar dikoyak-koyaktanah-tanah dipotong-dipotongberlembar-lembar...
Ibu yang Memeluk Anaknya
Puisi Oka Swastika MahendraDi Palembayan arus menggulungMalam pecah tanpa aba-abaBumi bergemuruh, langit seakan runtuhRina Sitati seorang ibuTetapkan yakin antara hidup dan ajalSepuluh meter mereka...
Sajak Ironika Bencana
Sajak Ricky Rickardo
Sekarang tak perlu lagi susah-susah mencari kayuTak perlu keluar masuk hutan, menebang dan keluarkan biaya tukangPergilah ke SuwarnadwipaAnda tinggal angkut, tak perlu...
Pemimpin Tanpa Dosa Siapa
Kontradiksi Moralitas Politik dan Hipokrisi Religiusitas
Oleh: Gus Nas Jogja "Di mana hukum berakhir, tirani dimulai. Dan tirani, tak peduli seberapa banyak ia disucikan oleh...
Alarm Dini Bencana
Catatan Cak ATSungguh, sikap jujur seperti ini —mengakui bahwa kita bangsa besar tapi belum siap menghadapi badai siklon, bahkan siklon versi "anak kos" sekalipun—...
Mahasiswa Asal Aceh di Yogyakarta Menggalang Dana Untuk Musibah Aceh
Wawancara Khusus Ketua Taman Pelajar Aceh YogyakartaMusibah banjir di Pulau Sumatera terutama di 3 Provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mengundang...
PUISI PUISI OKA SWASTIKA MAHENDRA
MUHASABAH BANJIR SUMATRA-1Air meluap — rumah robohLangit kelabu seperti menahan isakTerpaku menatap bumi yang letihUlah serakah tangan manusiaWahai jiwaBerhentilah sebentar, hitunglah kembali langkahmuBukankah Tuhan...
Nang Ning Nung
Puisi Slamet WidodoKulepas segala tentang.Tak beda bayang.Rasa melayang.Mata pun memandang.Hanya selayang pandang.Jauh jangkau radang.Besar teramat sayang.Terjang badai menerjang.Alam tenang.Bumi senang.Telaga bening menggenang.Satwa riang.Suara belantara...
Percikan Topan Senyar
Catatan Cak ATBencana banjir bandang yang menggulung Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kali ini ibarat tamu tak diundang yang membawa rombongan lengkap: lumpur,...
Tabayyun NU
Catatan Cak ATMaaf kalau saya harus menyentuh lagi gelombang isu panas di tubuh PBNU. Sungguh, niat dasar saya sama sekali bukan untuk menambah gaduh,...














