Surat dari Istana
Seorang presiden membalas kritik The Economist dengan surat. Peristiwa langka yang membuka perdebatan besar tentang demokrasi Indonesia.Catatan Cak ATMungkin inilah salah satu pemandangan paling...
Lahan Basah 3T
Catatan Cak ATTiga huruf yang sakti: 3T. Yang semula menjadi alasan kemanusiaan, diduga berubah menjadi lahan permainan.Mula-mula, program itu datang seperti undangan pesta. Anak-anak...
SELL Indonesia Rumor, Fakta atau Agitasi Politik
Oleh: Sobirin Malian (Dosen FH UAD)Slogan "Sell Indonesia" mendadak menjadi momok yang menghantui ruang ganti para investor dan linimasa media sosial. Dipicu oleh tajuk...
Anies Baswedan : Gerak-Gerik yang Tak Hilang dari Radar
Oleh : In’amul MustofaSesudah pemilu usai, biasanya politik memasuki musim sunyi.Spanduk diturunkan. Sorak-sorai mereda. Nama-nama yang kemarin memenuhi layar televisi dan linimasa media sosial...
Banalitas Kekuasaan, Kritik Ornamental Gen Z dan Krisis Intelektual Kampus
Requiem di Bawah Langit BulaksumurOleh: Gus Nas Jogja Di pelataran Bulaksumur, di mana akar-akar Pohon Bhodi atau Ficus Religiosa membelit bumi seperti urat-urat purba...
Dua Kali Adil
Catatan *Cak AT*Hari ini, 1 Juni. Hari libur nasional. Hari ketika bangsa Indonesia kembali membuka lemari sejarah, mengelap foto lama, meniup debu yang menempel...
Terkecuali Amerika
Catatan Cak ATBaru aturan jalan, pemerintah sudah gemetar begitu mendengar nama Amerika. Tambang kita kaya, mental kita ternyata belum tentu.Akhirnya pemerintah mundur perlahan seperti...
Bursa Gemetar, Cukong Menyeringai
Catatan *Cak AT*Bursa merah setelah Prabowo umumkan ekspor satu pintu SDA. Pasar panik, rakyat kecil deg-degan, cukong mungkin malah santai.Begitu Presiden Prabowo Subianto mengumumkan...
Negeri di Ujung Nafas
Catatan Cak AT
Ketika Menkeu bicara “survival mode”, itu bukan drama. Itu alarm keras bagi negeri yang mulai kehabisan ruang untuk salah.Ada satu kalimat yang...
Prabowo, The Economist, dan Pertarungan Membaca Indonesia
Oleh: Radhar TribaskoroArtikel dari economist.com� berjudul _“Prabowo Subianto is eroding its finances—and its democracy” menarik karena memadukan tiga lapis kritik sekaligus: fiskal, politik,...
















