(Disari dari tulisan: Prof Dr Gamari Soutrisno)

Oleh: Hasyim Arsal Alhabsi-Dehills Institute

Ada satu adagium klasik dalam manajemen: “Structure follows strategy.” Artinya, kalau strateginya mau lari cepat, ya strukturnya harus atletis. Tapi kalau kita lihat postur kabinet hari ini, yang terjadi justru sebaliknya. Kita punya strategi ingin melompat tinggi, tapi beban di pundak kita setebal kamus hukum.

Wacana reshuffle yang kerap muncul setiap kali suhu politik memanas sebenarnya mirip dengan mengganti sopir pada bus yang mesinnya sudah keberatan beban. Mau diganti dari pembalap F1 sampai sopir bus antarkota pun, kalau busnya keberatan muatan dan ban kempes, ya jalannya tetap akan merayap.

Ritual Kosmetik bernama Reshuffle

Advertisement
Artikulli paraprakManajemen: Metodologi Membangun Teori
Artikulli tjetërMenggugat Etika Keluarga dalam Ruang Negara

Tinggalkan Komentar