Reportase : Budi Sutiono, Biro Jogja

Yogyakarta, Kansnews.com – Pengurus Kota Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Yogyakarta memanfaatkan Kejuaraan Kota (Kejurkot) PBSI Kota Yogyakarta 2026 Piala Wali Kota sebagai ajang seleksi dan pemantauan atlet terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2026.

Kejurkot PBSI Kota Yogyakarta 2026 digelar selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Agustus 2026 di GOR Pandiga, Yogyakarta. Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet dari klub binaan PBSI Kota Yogyakarta sebagai bagian dari program pembinaan sekaligus persiapan menuju persaingan tingkat daerah.

Ketua Panitia Kejurkot PBSI Kota Yogyakarta, Umar Abdul Aziz, mengatakan antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 18 klub dari total 20 klub aktif di bawah pembinaan PBSI Kota Yogyakarta ikut berpartisipasi. Kejuaraan mencatat 276 pendaftaran dari 258 atlet yang bertanding pada sejumlah nomor, mulai tunggal, ganda, hingga ganda campuran.

“Alhamdulillah, Kejurkot 2026 ini berjalan dengan baik dan lancar. Sepanjang pelaksanaan, total ada 248 pertandingan yang berhasil diselesaikan,” ujar Umar Abdul Aziz.

Menurutnya, Kejurkot tidak hanya menjadi kompetisi tahunan antar-klub. Ajang tersebut memiliki peran penting dalam melihat perkembangan atlet sekaligus menjaring pemain-pemain potensial yang dapat memperkuat Kota Yogyakarta pada Kejurda.

Para atlet yang menunjukkan performa terbaik, terutama para juara dan peraih peringkat atas, akan menjadi bagian penting dalam proses pemantauan dan persiapan PBSI Kota Yogyakarta menuju Kejurda yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Seleksi Atlet Berdasarkan Performa

Persiapan menghadapi Kejurda dilakukan melalui proses pembinaan dan evaluasi terhadap performa atlet selama Kejurkot. Hasil pertandingan menjadi salah satu bahan bagi PBSI Kota Yogyakarta untuk mengetahui kemampuan teknik, kesiapan bertanding, konsistensi, serta potensi atlet ketika menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Langkah tersebut dilakukan karena Kejurda akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota. Karena itu, PBSI Kota Yogyakarta membutuhkan pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan fisik dan mental menghadapi pertandingan kompetitif.

PBSI Kota Yogyakarta juga membawa modal positif dari capaian pada ajang sebelumnya. Pada Pekan Olahraga Daerah (Popda), Kota Yogyakarta berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak. Hasil tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet muda.

“Sebagai perpanjangan tangan binaan di bawah KONI, tugas PBSI adalah membina atlet-atlet muda. Kita harus selalu optimistis. Dengan kekompakan dan kerja keras seluruh pengurus serta klub, target prestasi ke depan insyaallah bisa kita capai,” kata Umar.

18 Klub Ambil Bagian

Tingginya jumlah klub dan atlet yang mengikuti Kejurkot memberikan kesempatan lebih luas bagi PBSI Kota Yogyakarta untuk melihat perkembangan pemain dari berbagai kelompok usia.

Advertisement

Kejurkot tahun ini juga berlangsung dengan dukungan seluruh unsur penyelenggara, mulai dari panitia, referee, announcer, wasit, pengurus, klub, hingga sponsor. Griya Bugar menjadi sponsor utama bersama sejumlah sponsor pendamping lainnya.

Dalam klasemen akhir, Griya Bugar berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 11 medali emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Waroeng BA berada di posisi kedua dengan 4 emas dan 2 perak, sedangkan Rajawali Yogyakarta menempati posisi ketiga dengan raihan 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Sementara PB Wiratama jaya, yang pernah menjadi juara umum, meloloskan 15 atlit untuk masuk dalam kejuaraan Daerah DIY, tgl 26-30 Agustus 2026.

Melalui penyelenggaraan Kejurkot, PBSI Kota Yogyakarta berharap proses pembinaan tidak berhenti pada pencarian juara tingkat kota. Atlet-atlet potensial akan terus dipantau dan dipersiapkan agar mampu memberikan hasil terbaik ketika membawa nama Kota Yogyakarta pada Kejurda 2026. (bst)

Advertisement

Tinggalkan Komentar