Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki*
Saya telah beberapa kali menyampaikan bahwa Amerika Serikat saat ini sedang mengalami transformasi politik yang sangat besar. Perubahan itu nyata. Ia terlihat dari kemenangan sejumlah kandidat politik yang secara terbuka berani melawan arus status quo yang selama ini mencengkeram politik Amerika, sebuah status quo yang dikendalikan oleh lobi-lobi politik seperti AIPAC, lobi Zionis Israel, dan kepentingan para kapitalis.
Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan, dan tentu saja kemenangan fenomenal Zohran Mamdani di New York, adalah bukti paling nyata bahwa transformasi politik itu bukan ilusi. Belum lagi kemenangan beberapa kandidat lain, termasuk tiga calon anggota Kongres yang didukung oleh Zohran Mamdani di Kota New York. Maka benar jika saya katakan: perubahan itu pasti.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa transformasi ini bisa terjadi? Padahal politik Amerika begitu kuat terbelenggu oleh kepentingan segelintir pemilik modal dan kekuatan lobi. Terutama jika kita bicara tentang lobi Zionis Israel yang hingga hari ini masih mengendalikan kebijakan luar negeri Amerika di berbagai belahan dunia. Pengaruh yang tidak tanggung-tanggung ini justru membuat Amerika semakin terisolasi dan dirugikan.
Ada banyak faktor yang mendorong perubahan ini. Saya akan menyebut beberapa yang paling tampak dan relevan dengan situasi Amerika dan dunia saat ini. Sebagian bersifat eksternal, sebagian lainnya internal.
1. Kerinduan Akan Perubahan
Perubahan adalah karakter alami semesta. Segala sesuatu berubah, kecuali Sang Pencipta semesta itu sendiri. Maka ketika terjadi stagnasi, bahkan dalam kondisi yang terlihat positif, akan tiba masanya perubahan itu datang. Tidak heran jika Tuhan memberikan ujian dari masa ke masa. Ujian itu sendiri bisa menjadi pintu menuju perubahan.
Masyarakat Amerika pun demikian. Bangsa ini telah lama mengalami stagnasi politik dan berjalan di tempat. Mereka terlalu lama berada dalam zona nyaman stabilitas politik. Demokrasi seolah masih berjalan, keseimbangan kekuasaan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif masih terlihat, dan rakyat masih merasa memiliki otoritas untuk mengontrol kekuasaan. Rasa aman yang “taken for granted” inilah yang justru menjadi celah masuknya parasit politik yang berbahaya: lobi Zionis dan kapitalis.
Lambat laun, penetrasi itu semakin nyata dan terasa. Koreksi masyarakat terhadap berbagai kebijakan yang bertentangan dengan Konstitusi dan nurani manusia diabaikan oleh penguasa. Kegerahan pun tumbuh. Namun kegerahan itu terus dibungkam oleh permainan lobi Zionis dan kepentingan kapitalis. Inilah yang membuat masyarakat semakin gerah dan mendambakan perubahan, meskipun pintu menuju perubahan itu terasa terkunci rapat oleh kekuatan uang.
2. Genosida Gaza dan Kebangkitan Nurani Manusia
Kerinduan akan perubahan itu akhirnya menemukan momentumnya, atau mungkin lebih tepat disebut afirmasinya, melalui peristiwa pembantaian dan genosida di Gaza. Kekejaman penjajah Zionis Israel di Gaza, di era keterbukaan media, khususnya media sosial, tidak lagi bisa ditutupi dan dimanipulasi. Selama ini masyarakat Amerika tertipu oleh media arus utama yang masih dikontrol oleh pemilik kepentingan yang sama.
Realita kekejaman Israel di Palestina, khususnya di Gaza, telah menyingkap nurani kemanusiaan bangsa Amerika. Nurani yang selama ini dibutakan oleh politisi-politisi yang terbeli oleh AIPAC dan oleh media, akhirnya tersentuh oleh kezaliman Zionis terhadap bangsa Palestina. Hal ini terlihat sangat nyata pada pemilihan Wali Kota New York, di mana Zohran Mamdani mendapat dukungan luar biasa dari kaum muda, bahkan dari kalangan warga Yahudi sendiri.
Kekejaman Zionis dan penderitaan warga Gaza tidak hanya menyentuh warga biasa, tapi juga menyadarkan sebagian politisi. Kita melihatnya pada perubahan di Kongres baru-baru ini, di mana lebih dari 100 anggota Kongres mendukung penghentian bantuan militer tanpa syarat untuk Israel. Hal ini kemudian menjadi tren di kalangan calon-calon politik yang semakin berani memisahkan diri dari AIPAC dan oligarki.
3. Kegagalan Kebijakan Pemerintah Amerika
Faktor lain yang mempercepat proses perubahan adalah kebijakan pemerintah Amerika sendiri, baik dari Partai Demokrat maupun Republik. Kekalahan Demokrat yang diwakili Kamala Harris dari Republik yang diwakili Donald Trump salah satunya disebabkan oleh kebijakan buruk Presiden Biden dalam menyikapi genosida di Gaza. Presiden Biden yang mengaku sebagai Zionis Katolik memiliki andil besar dalam genosida yang terjadi di Gaza.
Walaupun masyarakat Amerika tahu siapa Donald Trump, harapan akan perubahan begitu besar sehingga mereka tetap memilihnya. Namun harapan itu pun sirna. Apa yang dilakukan Donald Trump secara kasat mata mungkin tidak terlihat sekejam yang terjadi di era Biden, tapi secara substansi dukungannya terhadap kekejaman Zionis justru lebih parah. Karena Trump memberikan dukungan penuh kepada Israel untuk mewujudkan mimpi mereka: Israel Raya. Hal ini terwujud dalam berbagai kebijakannya, termasuk serangan terhadap Iran.
Intinya, kebijakan zalim pemerintah Amerika, baik di bawah Demokrat maupun Republik, justru menjadi pemicu percepatan perubahan politik di Amerika. Di internal Demokrat sendiri, saat ini sekitar 60% mulai beralih ke apa yang dikenal sebagai “Democratic Socialist”. Salah satu figur terpopulernya hari ini adalah Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Abdul El-Sayed sendiri mengaku bukan Democratic Socialist, tetapi pandangan-pandangannya sejalan dan didukung penuh oleh Bernie Sanders, yang dikenal sebagai guru dari gerakan democratic socialist.
4. Peran dan Inspirasi Zohran Mamdani
Namun yang pasti, kita tidak akan melupakan peran dan inspirasi politik yang dimainkan oleh Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Saya tidak perlu mengulang semua hal luar biasa dari Zohran yang telah menginspirasi perubahan lanskap politik Amerika. Cukup dua hal: identitasnya sebagai seorang Muslim dan sikapnya yang tegas terhadap genosida di Gaza.
Dua hal itu telah membuka mata masyarakat Amerika yang selama ini terbuai dalam zona nyaman. Masyarakat disadarkan oleh Zohran bahwa di tengah rasa aman dan nyaman itu ada sesuatu yang salah secara fundamental. Karena itu dibutuhkan keberanian dan konsistensi untuk mengubahnya. Dan keberanian itulah yang mengantarkan Zohran pada kemenangan, dan juga kemenangan bagi mereka yang mengikuti jejaknya.
Penutup
Amerika sedang mengalami perubahan besar-besaran. Mungkin hasilnya belum terlihat seratus persen hari ini. Karena saat ini, baik di legislatif maupun eksekutif, masih didominasi oleh mereka yang telah tergadaikan oleh lobi dan kepentingan Zionis dan kapitalis. Namun dengan kemenangan Zohran di Kota New York, Abdul di Michigan, dan kandidat-kandidat lainnya, terbukti bahwa Amerika memang sedang berada dalam proses transformasi politik yang nyata. Doakan!
*A Proud New Yorker Al-Kajangi
Advertisement










