Puisi Marlin Dinamikanto
lambaian tangan
di utas Instagram
kibarkan sapu tangan
merah muram
tampak luka diabetes
di ujung kaki malam
duka terus menetes
harapan tenggelam ?
Oh, biarkan kedasih berkicau
senyapkan nyanyian prenjak
keserakahan yang makin kacau
niscaya semesta bertindak
biarkan daunan tua di tangkai lapuk
enggan kibarkan bendera putih
dikunyah ilusi yang mengamuk
dari batok kepala yang letih
biarkan pula daunan muda bugar
terbenam kabut kebakaran hutan
tangkai hangus diterjang gelegar
janji petir di batu nisan
namun akar-akar pergerakan
masih berserak di perut bumi
laksana ilalang ditikam hujan
basahi tunas riang bersemi
ini bukan akhir
ini awal dari sebuah akhir
bahkan Tuhan ikut berdzikir
keserakahan segera berakhir
Tugu Proklamasi, 30 Agustus 2026
Advertisement










