Oleh: Rickardo Chairat
Oktober mulai semakin cepat melangkah ke ujung
Bumbung November samar-samar tampak tersenyum
Hati pun mulai berkata-kata, memancing imajinasi gila
Tak lama kemudian kembali redup karena berbagai pertanyaan
Apakah senyuman itu tanda bahagia
Atau itukah senyuman menahan luka
Terpuruk pun datang karena luka
Hadirkan duka di saat mulai mendekati ujung
Sebab terlalu banyak bertanya tentang hal penunda bahagia
Mejadikan bibir malas tersenyum
Karena mendengar sanggahan atas jawaban dari pertanyaan
Dan akhirnya banyak orang menjadi gila
Dunia memang perlu orang-orang gila
Tetapi bukan disebabkan oleh luka
Karena terkurung dalam sangkar pertanyaan
Tak tahu kaidah, namun bermimpi sampai ke ujung
Membuat singa tersenyum
Dan kelelawar pun turut bahagia
Begitulah kisah pencari bahagia
Terus berselancar di dunia khayal seperti orang gila
Dan diam-diam tersenyum
Menumpuk salah serta luka
Tidak pernah sampai tiba di ujung
Karena tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan
Hilangkan asumsi tentang kehidupan, jangan munculkan lagi pertanyaan
Kalau akhirnya tidak bisa menikmati bahagia
Tetaplah berjalan sesuai alua jo patuik, agar tenang sampai di ujung
Jangan biarkan diri benar-benar menjadi gila
Membuat diri rugi karena banyaknya bekas luka
Jagalah segumpal daging itu agar tetap tersenyum
Ajak juga mereka untuk terus tersenyum
Tanpa ada lagi pertanyaan
Jangan biarkan diri tenggelam karena luka
Bangun, lihatlah tatapan langit, dan nikmati bahagia
Dunia telah membuatmu gila
Kembalilah ke pangkal, agar bisa menyusun langkah lebih baik untuk menuju ujung
Buatlah bumi tersenyum menatap jejakmu sampai ke ujung
Tidak semua pertanyaan harus dijawab, karena bisa membuat gila
Dan biarkan luka mengering tertutup bahagia
Bungo, 25 Oktober 2025











