Oplus_16908288

Oleh: Yusuf Blegur-Direktur Eksekutif for Public Policy Strategic (IPPS)


Sebaiknya rakyat jangan terlalu berharap Prabowo akan melawan Jokowi. Meskipun berbeda gaya kepemimpinan, keduanya memiliki watak dan sifat yang sama yakni anti kritik, represif, cenderung tiran, dan haus kekuasaan.

Meskipun Prabowo dinilai memiliki sifat pemberontak dan karakter pembangkang sebagaimana rekam jejak baik dalam bisnis maupun kemiliteran. Kalau mau jujur dan obyektif, secara empiris, historis dan ideologis Prabowo juga berasal dari keturunan atau memiliki trah dari keluarga yang dibekap polemik dan kontroversi sepanjang sejarah politik di Indonesia. Termasuk ayahnya Soemitro Djojohadikusumo dan kakeknya Margono Djojohadikusumo yang kiprah masa lalunya masih dalam perdebatan publik hingga sekarang.

Perjalanan politik Prabowo selama lebih dari 2 dekade terutama hingga bisa menjadi presiden seperti sekarang ini tidak bisa lepas dari eksistensi Jokowi. Dari mulai menjadi kompetitor, Prabowo akhirnya berkolaborasi dengan Keluarga Jokowi seperti pengakuan Jokowi yang dilansir dalam pelbagai platform media sosial.

Dua kali kalah berhadapan dengan Jokowi dalam pilpres sebelumnya, membuat keduanya bertemu dalam kepentingan yang sama dalam pilpres 2024. Berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka yang notabene putranya Jokowi.

Sebagai pemenang pilpres 2024, pasangan Prabowo-Gibran merupakan pertemuan kepentingan politik taktis dan strategis jangka panjang. Presiden dan wakil presiden ini tidak bisa lepas dari persekongkolan serta rekayasa konstitusi dan demokrasi yang melibatkan banyak orang yang memiliki kewenangan dan otoritas serta institusi negara.

Pasangan Prabowo-Gibran juga menjadi kompromi politik dari kegagalan ambisi presiden 3 periode seorang Jokowi. Naiknya Gibran sebagai wapres mendampingi Prabowo menjadi cermin konspirasi syahwat kekuasaan dan hasrat mengendalikan Indonesia untuk jangka waktu yang lama dari perkawinan politik Jokowi dan Prabowo.

Rasanya sulit bagi Prabowo untuk mengaborsi kepentingan politik Jokowi termasuk karir putranya Gibran. Mengingat Prabowo banyak berhutang budi politik dan ekonomi dari Jokowi.
Melawan Jokowi bagi Prabowo sama saja akan berhadapan dengan kekuatan oligarki yang memiliki dominasi dan pengaruhnya meliputi politik, ekonomi, hukum dll., yang tak terbatas dalam penyelenggaraan negara.

Selain itu, mengambil langkah konfrontatif terhadap Jokowi seakan mengubur karir politik Prabowo sendiri. Selain resiko terbongkarnya banyak kecenderungan skandal korupsi seperti kasus pembelian alutsista, food estate, dan lahan IKN selama Prabowo dipercayakan menjadi menteri pertahanan oleh Jokowi saat masih menjabat presiden.

Keselamatan Prabowo juga menjadi taruhan mengingat meskipun tidak lagi menjabat presiden, kekuasaan dan pengaruh Jokowi masih kuat dengan adanya orang-orang loyalis dan militan secara pragmatis di sekeliling dan dalam pemerintahan Prabowo.

Masih banyak pejabat strategis yang patron ke Jokowi seperti di lingkungan kementerian, partai politik dan DPR RI, KPK dan Kejaksaan, KPU, dan MK hingga TNI-Polri.
Oleh karena itu dengan kekuatan dan posisi tawar yang lemah, membuat Prabowo akan berhitung untuk menindak atau menyingkirkan Jokowi dalam panggung politik nasional, meskipun kini ia sebagai presiden.

Bekasi Kota Patriot.
29 Rabiul Awal 1448 H/11 September 2026.

Advertisement

Tinggalkan Komentar