Catatan Bola Marlin Dinamikanto

Adakah penjelasan scientific yang meyakinkan atas peristiwa “pemandian” sebagaimana terlihat pada gambar ini? Foto tersaji di ruang ganti Stadion Camp Nou, awal Desember 2007, dalam sessi pemotretan yang diselenggarakan oleh UNICEF dan surat kabar Diario Sport.

Messi (20) yang kelak menjelma Dewa Sepakbola, bahkan kala itu belum meraih Ballon de Or, memandikan bocah 6 bulan yang kelak di usianya 17 tahun lebih 1 hari (14 Juli 2024) membawa Timnas Senior Spanyol meraih Piala Euro. Ini jelas anomali dalam sejarah sepakbola dunia yang sulit dijelaskan oleh beragam teori keilmuan yang ada.

Dalam budaya Jawa ada istilah ketiban “Pulung” untuk menggambarkan anugerah dari langit yang jatuh ke seseorang yang membuat seseorang itu memiliki kedigdayaan luar biasa dalam segala hal. Kompetensi teknis dan kecerdasan berpadu menjadi satu sehingga dia menjadi ikon kehidupan. Pulung yang dikenalkan dalam pewayangan Jawa adalah Wahyu Makuto Romo. Yang menegaskan legitimasi spiritual bagi siapa pun yang mendapatkannya.

Messi sejak diumbar neneknya pada usia 3 tahun di lapangan bola kota Rosario, Argentina, tampaknya sudah meraih semacam Wahyu Makuto Romo sehingga ditakdirkan akan menjadi Dewa Sepakbola yang terus bertahta hingga usianya hampir 40 tahun. Hingga menjelang gelaran final Piala Dunia kali ini, Wahyu Makuto Romo sudah menjadi Wahyu Makuto Messi, yang akan terus digenggam sejauh kemampuan fisiknya memungkinkan – macam Roger Milla (Kamerun) yang tampil atraktif di usianya ke-42 untuk negaranya.

Namun Messi tampaknya lupa. Di awal karirnya yang luar biasa itu pernah memandikan bayi yang prestasinya juga bukan kaleng-kaleng. Di usianya yang masih remaja sudah membawa trophy mayor ke negaranya, membawa Barcelona meraih trebel domestik untuk klubnya Barcelona (2024-2025) dan meraih Piala Spanyol dan LA Liga (2025-2026) sekaligus menghancurkan proyek Galacticos Jilid III Florentino Perez yang sangat ambisius, sekaligus pula menghancurkan mimpi Mbape, Vinicius Junior dan Jude Bellingham untuk menjadi yang terbaik di dunia.

Akankah fenomena spiritual Wahyu Makuto Messi sudah sepenuhnya terserap ke Lamine Yamal?. Jawaban saya belum, bahkan ketika Spanyol mengalahkan Argentina. Messi masih the GOAT, masih pesepakbola terbaik sepanjang masa. Karena waktu telah membuktikannya. Sedangkan Yamal masih perlu meningkatkan level permainannya dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Tanpa itu level tertingginya hanya mendekati Christiano Ronaldo atau bahkan Eden Hazzard yang sejak usia muda telah menjadi ikon untuk kejayaan sepakbola negaranya.

Pegangsaan, 17 Juli 2026

Advertisement

Tinggalkan Komentar