Tanjung Banon, Kansnews.com – Pada Minggu, (01/12/2025), bertempat di Tanjung Banon, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau diselenggarakan Penyerahan Bantuan Perbekalan dan Penyerahan Santunan Nilai Rumah Asal oleh Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara selaku Menteri Transmigrasi Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan komitmen dari program pemberdayaan dan perlindungan sosial bagi masyarakat transmigran yang bertujuan sebagai pembangunan nasional di bidang transmigrasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan wilayah, serta penguatan kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Penyerahan Bantuan Perbekalan serta Penyerahan Santunan Nilai Rumah Asal tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan awal bagi transmigran dalam proses adaptasi dan penguatan kapasitas ekonomi di lokasi transmigrasi. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian, keberlanjutan penghidupan, serta integrasi sosial ekonomi masyarakat transmigran di wilayah tujuan. Menurut Menteri Iftitah, Tanjung Banon memilik potensi wirausaha yang sangat besar, yaitu sentra kuliner dan lokasi wisata berupa pembangunan hotel kampung atau homestay.

Pengembangan wirausaha kuliner dan wisata di Tanjung Banon ini sesuai dengan konsep transmigrasi saat ini yakni menciptakan masa depan. Bahwa transmigrasi bukan lagi pemindahan penduduk beserta lahan dan bangunannya, tetapi bagaimana menciptakan masa depan bagi masyarakat yang mengikuti program Tansmigrasi Lokal di Tanjung Banon.
“Makanya saya sampaikan tadi adalah soal penciptaan masa depan. Nanti kami buat semacam sentra kuliner, kemudian ada gardu pandangnya sehingga nanti kami bisa datangkan orang dan melihat pemandangan Tanjung Banon yang indah sekali,” ujar Iftitah. Selain itu, dengan posisi Tanjung Banon yang juga berbatasan dengan Negara Singapura cukup strategis dan memiliki kesempatan besar dalam wirausaha dibidang kuliner dan wisata.
Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Transmigrasi memandang penting adanya sebuah model kewirausahaan yang dapat mendorong penciptaan ekonomi baru berbasis kemandirian dan berkearifan lokal. Melalui pertimbangan tersebut, turut dihadirkan pula Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. Menurut Menteri Iftitah, Rika Fatimah yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada; sekaligus Wakil Ketua Komisi Teknis 03 – 13 untuk SNI G2R Tetrapreneur dapat menjembatani antara praktik pelaku wirausaha dengan akademisi memiliki peran strategis dalam pengembangan kajian, kebijakan, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan di bidang ekonomi pembangunan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada diskusi bersama Menteri Iftitah yang dihadiri pula Agus Joko Susilo, Kepala Desa Jambu di Kediri (Tabulampot Indonesia) dan lurah, ketua RT/RW serta perwakilan Satuan Permukiman (SP) Tanjung Banon, Menteri Iftitah menyampaikan “Yang utama adalah bagaimana gotong royong dikedepankan. Ini masih terlihat sendiri-sendiri. Karena potensi disini sangat besar perlu kebersamaan yang solid”.
Senada dengan Menteri Iftitah, Rika Fatimah menyatakan sepakat dengan yang disampaikan Pak Menteri.
”Investasi mana pun itu jika masuk, kita harus solid dan kompak. Ekonomi yang diusung adalah Ekonomi Pancasila yang mengedepankan ber-Ketuhanan hingga ber-keadilan bukan hanya ‘cuan’ namun rezeki termasuk kekompakkan, berkah dan berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan inisiasi Standar Nasional Indonesia (SNI) G2R Tetrapreneur di Kementrans bersama Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sangat ‘urgent’ diprioritaskan untuk menyambut ‘kecepatan’ pembangunan pusat ekonomi baru di Tanjung Banon dapat beriringan dengan kelembagaan ekonomi yang langsung dimiliki masyarakat Tanjung Banon. Kelembagaan dapat berupa Koperasi Merah Putih atau Koperasi Transmigrasi,” jelas Rika Fatimah.
“Nanti dapat di-support- dan didampingi Kampus Patriot yang juga sedang dibangun di kawasan transmigrasi Tanjung Banon ini,” tambah Menteri Iftitah.
Rika Fatimah juga menambahkan, ”Kampus Patriot dapat menjadi ToT SNI G2R Tetrapreneur sehingga praktik gotong royong dalam ekonomi sebagai perwujudan Ekonomi Pancasila dapat berjalan nyata sebagai pergerakan ikonik hingga ke masyarakat global yang akan datang berwisata, belajar atau bahkan melakukan penelitian di Tanjung Banon ini…”
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan sebuah model inovasi gotong royong gerakan wirausaha berkelanjutan berkemampuan untuk penciptaan kemandirian dan kewibawaan asli Indonesia menuju produk ikonik global. Gotong royong merupakan the forgotten asset, karena gotong royong merupakan warisan nenek moyang Indonesia yang telah ada sejak dulu hingga sekarang. Oleh karena itu, G2R Tetrapreneur bukan sekedar membina mental namun juga membangun mindset dalam menjalankan ‘business as usual,’ tetapi ‘beyond the business’ yaitu proses bisnis gotong royong untuk menjadi ikonik global.
Salah satu gagasan visioner standarisasi G2R Tetrapreneur adalah menterjemahkan intangible gotong royong menjadi tangible ekonomi. Linkage terhadap visi Menteri Iftitah dalam penciptaan pusat ekonomi baru salah satunya diperlukannya urgensi penciptaan ekosistem ekonomi yang sesuai dengan kemampuan pelaku mayoritas ekonomi Indoensia yaitu UMKM produk lokal Indonesia.
Insiasi SNI G2R Tetrapreneur mendukung pada pembiasaan penggiat ekonomi, hulu – hilir, untuk melindungi para pelaku usaha yang belum dapat bersaing dengan pasar dengan kapital (modal) besar. Standardisasi G2R Tetrapreneur ini juga mengatur para pelaku usaha untuk dapat memproduksi produk-produk kualitas global, tanpa meninggalkan jati diri bangsa, yaitu gotong royong. Inisiasi ini telah dimulai sejak tahun 2023 dan pada tahun 2024 dikeluarkan Surat Keputusan pembentukan Komite Teknis untuk penyusunan Rencana Standardisasi Nasional Indonesia (RSNI) yang bernama Komite Teknis 03 – 13 Manajemen Kolaboratif dibawah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, selanjutnya pada tahun 2025, Sekretariat Komite Teknis 03 – 13 Manajemen Kolaboratif berpindah di bawah Kementerian Transmigrasi.
Model G2R Tetrapreneur pada Kawasan Transmigrasi (G2RT – KT) telah diimplementasikan di Kawasan Transmigrasi Muna, Sulawesi Tenggara pada tahun 2022 lalu melalui UGM pada program hibah Matching Fund Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama mitra dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama Pemerintah Kabupaten Muna. G2R Tetrapreneur Kawasan Transmigrasi (G2RT – KT) di Kawasan Transmigrasi Muna dilaksanakan di 6 desa pada 2 Kecamatan, yaitu Desa Langkoroni, Desa Raimuna, dan Desa Maligano di Kecamatan Maligano, kemudian Desa Lanobake, Desa Moolo, dan Desa Baluara di Kecamatan Batukara. Ke-enam desa tersebut telah melewati Tetra 1 atau Rantai Wirausaha (Chainpreneur). Kawasan Transmigrasi lainnya yang sedang menuju G2RT – KT adalah Kawasan Transmigrasi Palolo di Sigi.

Selain itu, sosialisasi G2R Tetrapreneur pada kawasan trasnmigrasi pula seiring dengan rencana Menteri Iftitah tentang penguatan infrastruktur dan investasi, Kementrans juga meluncurkan program Beasiswa Patriot bagi mahasiswa jenjang magister (S2). Program ini memiliki tiga lokus utama, yakni Rempang untuk wilayah Indonesia Barat, Mamuju untuk Indonesia Tengah, dan Salor untuk Indonesia Timur.
Pada tahun 2023, telah dilaksanakan Focus Group Discusion (FGD) Global Gotong Royong Tetrapreneur Kawasan Transmigrasi (G2RT – KT) Sulawesi Barat yang diadakan di Yogyakarta dan dihadiri oleh Ir. Rajumber Prihatin, M.Si. selaku Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi Ditjen PPKT Kemendesa PDT RI pada saat tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat dan jajarannya, serta Kepala Desa/Penasehat BUMDesa dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Poliwali Mandar, Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Pasangkayu serta perwakilan Dinas Transmigrasi Provinsi Barat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Provinsi Sulawesi Barat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat, dan perwakilan Unit G2R Tetrapreneur Yogyakarta
Pada akhir tahun 2025 inisiasi G2R – KT juga dilakukan di Palolo, Sulawesi Tengah. Kegiatan awal yaitu Rapat Pemantapan Kawasan Transmigrasi Palolo Menuju Transpolitan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara tersebut merupakan salah satu upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah untuk pengembangan dan optimalisasi Kawasan Transmigrasi. Acara dihadiri oleh Eka Putri Kusumawardani, S.S., M.Si. selaku Perencana Ahli Madya dari Direktorat Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Drs. Arnold Firdaus., MT. selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajarannya, Febrianto, S.STP., M.Si. selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sigi beserta jajarannya, dan perwakilan tokoh masyarakat di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Sigi, Kecamatan Sigi Kota, Kecamatan Palolo, dan Kecamatan Nokilalaki. Pada kesempatan tersebut terpilih-lah olahan bawang, olahan coklat dan olahan kopi serta wisata sebagai PU Ikonik dari G2R Tetrapreneur G2RT – KT Palolo, Sulawesi Tengah.
Selanjutnya, pembentukan Unit G2RT – KT dilakukan secara musyawarah dan terbentuklah 2 Unit G2RT – KT, yaitu Unit G2RT – KT Sigi dan Unit G2RT – KT Palolo-Nokilalaki. Selain itu, pada hari kedua tersebut Rika Fatimah P.L. berkesempatan untuk mengunjungi pusat produksi bawang goreng “SIGI” milik salah satu warga yang juga menjadi Produk Ikonik G2RT – KT Sigi.











