Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki

“Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.”

Itulah sebuah mahfuzhat yang saya hafal sejak masih nyantri di pondok. Sederhana, tapi maknanya dalam.

Esok adalah rahasia mutlak milik Sang Pencipta, Sang Penguasa semesta dan segala peristiwanya. Tak perlu kita paksa untuk menebak, mengejar, apalagi mengatur ke mana arahnya akan berlabuh. Memaksakan diri menerka hari esok hanya akan melahirkan gelisah yang menguras jiwa.

Jalani hari ini dengan tenang dan sebaik-baiknya. Jangan habiskan energimu untuk mencemaskan sesuatu yang bahkan belum tentu ada, sementara peluang di depan mata lewat begitu saja tanpa arti.

Jangan sibuk bertanya, “Apa yang akan terjadi esok?”
Tanyakanlah yang jauh lebih penting: “Apa yang bisa dan harus aku lakukan hari ini?”

Hari ini, pintu taubat masih terbuka. Kesempatan untuk memeluk orang tua, menyapa keluarga, mengulurkan tangan bagi sesama, bersedekah, memperbaiki ibadah, atau sekadar mengucap kata yang lembut dan baik, masih ada di genggaman. Jangan sia-siakan hari ini.

Kesempatan tidak selalu datang dalam bentuk yang sempurna. Kadang ia menyamar menjadi waktu luang yang lapang, tubuh yang sehat, rezeki yang cukup, atau hadirnya seseorang yang bisa kita bahagiakan.

Untuk esok, jangan terlalu kau cemaskan. Kita memang tidak pernah dituntut untuk mengetahui seluruh jalan dan ujung kehidupan. Kita hanya diminta untuk melangkah dengan yakin dan memberikan yang terbaik dari diri kita.

Jika hari ini terasa berat, jalani saja perlahan tapi sungguh-sungguh. Syukuri kebaikan yang ada di hari kemarin. Sadari kekurangan dan kesalahan, jadikan pelajaran. Jangan biarkan ia menjadi belenggu yang memenjarakanmu

Ingatlah, selama napas masih berhembus, pintu untuk menjadi lebih baik belum pernah tertutup. Bisa jadi satu kebaikan kecil yang kau lakukan hari ini adalah sebab datangnya pertolongan Allah yang tak pernah kau sangka. Dan bisa jadi satu kesalahan yang kau sesali dengan tekad untuk berubah, justru berbalik menjadi jalan kebaikan yang luas.

Maka, jangan biarkan hari ini berlalu tanpa makna. Berbuat baiklah, meski tak ada pujian manusia. Belajarlah memaafkan, meski hati belum sepenuhnya ikhlas. Teruslah berjuang, meski hasil belum juga terlihat.

Jika malam tiba, tanyakan pada diri sendiri: “Sudahkah hari ini aku menjadi hamba yang lebih dekat dengan Rabb-ku? Sudahkah hari ini aku bermanfaat bagi sesama?”

Hari ini adalah aset paling mahal yang ada di tanganmu. Jangan biarkan ia berlalu dan menguap tanpa bekas. Pergunakan sebaik-baiknya, sebelum ia hanya menjadi kenangan yang kau rindukan dan kau sesali.

Semoga.

NYC Subway, 13 Agustus 2026
Advertisement

Tinggalkan Komentar