Puisi ishak rafick

Cintaku cintaku cintaku
Begitu katamu kemarin
Dan kemarinnya lagi

Tapi tapi
Siapa itu disekelilingmu?
Tikus musang srigala

Dusta
Seribu kata

Ada sembilu di hati ini
Tak sirna ditiup angin
Tak lapuk dipanggang matahari
Tak hilang ditelan waktu

Degub jantungku
Terdengar sampai keluar

Kata cinta dulu menggetarkan
Seperti dari lubuk hati
Kini tak lagi bertuah
Malah menimbulkan mual

Sayangku sayangku sayangku
Katamu merajuk

Sayang?
Ada bukti?

Itu PSN

Hati ini makin mual
Ternyata kau cuma
Makalar tanah

Aku jadi khawatir sayang
Oh tidak tidak tidak
Sayang juga daganganmu
Aku jadi khawatir saja
Tak pakai sayang

Usah
Kau pakai lagi baju putih itu
Lumuri saja dengan air sirih

Kau bukan pencinta
Senyum pun tak utuh
Cuma menyeringai
Bak si ratu adil palsu
Kapten Westerling

Dan kita bukan saudara
Apa lagi barang dagangan

Kaukah itu sang resi cinta?

Bukan kata Rumi dari merkuri
Itu WS Rendra si burung merak
Dia pantas meradang

Kucari akar perubahan
Di sumur belakang rumah
Tak ada
Di lemari besi
Tak ada
Di lantai bawah
Tak ada

Kugali lubang lama
Tempat kutanam barang
Rongsokan

Secarik kertas kuning
Menyembul keluar
Daftar 65 janji palsu
Teman si lintah

Huiiiih huiiih
Ya ya

Cak Nun: kamu akan ditawur
Oleh rakyatmu sendiri

Rakyat dan
Para pencinta tanah air
Akan bereaksi setimpal
Itulah terapi efek cermin

Kami tak bisa mencintai
Orang yang tak punya hati

Pergilah jauh jauh
Terbanglah setinggi kau bisa
Jangan hinggap lagi
Atau hinggaplah di Tiananmen
Di kalimantan
Di lahan gundul bekas hutan
Yang dalam mabukmu
Kau lihat penuh buah

Kita berpisah disini

Besok adalah hari lain
Hari ini dan kemarin
Akan masuk kotak
Masa lalu

Siapapun yang masuk kesitu
Takkan muncul lagi dimasa depan
Tidak juga kau

Balaraja, 080819
IR

——–
Dari kumpulan
Puisi cinta ishak rafick

Advertisement

Tinggalkan Komentar