Jakarta, Kansnews.com – Ketidakpuasan suporter fanatik Timnas Garuda, akhirnya memuncak pada aksi demo ke kantor PSSI di Senayan pada Jumat (14/11) kemarin. Sekira 100 orang laskar Ultras Garuda menggeruduk kantor yang dipimpin oleh Erick Thohir beserta jajaran Exco PSSI.
Tuntutan fans Timnas Garuda antara lain pembenahan total PSSI sampai pada meminta Erick Thohir dan Arya Sinulingga untuk mundur saja dari kepengurusan PSSI. Sampai hari ini, Sumardji, manager Timnas Garuda menyampaikan bahwa PSSI menampung semua aspirasi pendukung.
‘’Semua kehendak dan aspirasi fans PSSI kami sudah tahu dan kami tampung. Pasti akan dibicarakan di tingkat kepengurusan PSSI,’’ ujar Sumardji.
Aksi para pendukung Timnas Garuda, adalah buntut dari kegagalan timnas merah putih meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Atas kegagalan itu, Patrick Kluivert dipecat sebagai pelatih Timnas Garuda.
Namun usai pemecatan Patrick Kluivert, kursi pelatih Timnas Indonesia sampai sekarang masih kosong. Meski ada beberapa nama yang sempat mencuat bakal menjadi pengganti dari Patrick Kluivert. Mulai dari Shin Tae-yong, Bojan Hodak hingga Louis van Gaal.
Dari ketiga nama tersebut, hanya Bojan Hodak yang masih santer dibicarakan sebagai calon pelatih Timnas. Untuk dua nama lagi, yaitu Shin Tae-yong dan Luis van Gaal sudah dipastikan tidak masuk dalam radar PSSI. Sebagaimana yang sudah disampikan oleh Ketua Umum PSSI, Erik Thohir pada Kamis (23/10) bulan lalu.
“Shin Tae-yong itu masa lalu. Peluangnya nol persen,” tegas Erik Thohir dalam sebuah pertemuan di Jakarta bulan lalu. Erik Thohir juga menyampaikan bahwa berita mengenai Luis van Gaal adalah hoak.
Saat ini, selain Bojan Hodak, ada dua nama lain yang mencuat sebagai kandidat pelatih Timnas. Mereka adalah Timur Kapadze dan Thomas Doll.

Timur Kapadze
Meskipun gaya kepelatihan mereka berbeda, namun rekam jejak ketiganya tidak diragukan lagi memiliki prestasi yang nyata.
Bojan Hodak
Mantan pemain sepakbola kelahiran 4 Mei 1971 di Zagreb, Kroasia ini sukses membawa klub Phnom Penh Crown juara Liga Kamboja (2011). Dan bersama Kelantan FC, salah satu klub di Liga Super Malaysia, Bojan Hodak juga berhasil menjuarai Liga Super Malaysia (2012). Tidak sampai di situ, Bojan Juga berhasil meraih gelar Malaysian Cup (2012), Piala FA Malaysia (2012 dan 2013).
Setelah sukses menukangi Kelantan FC, Bojan Hodak diboyong klub Darul Takzim FC. Bersama Darul Takzim FC, ia kembali menorehkan beberapa prestasi, antara lain; Liga Super Malaysia (2014), Malaysia Charity Shield 2015, dan runer-up Piala Malaysia 2014.
Kesuksesan Bojan di klub bola Negeri Jiran menjadi perhatian Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). FAM mempercayai Bojan Hodak untuk menangani Timnas Malaysia U-18. Awal menukangi Timnas Malaysia U-18, Ia berhasil meraih runner-up Piala AFF U-18 (2017). Setahun kemudia ia pun sukses membawa Timnas Malaysia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 (2018).
Sebelum bergabung dengan Persib Bandung, Bojan juga pernah membantu Kuala Lumpur City FC meraih Piala Malaysia 2021 dan menjadi runner-up Piala AFC 2022.
Di Indonesia, Bojan sukses sebagai juru taktik di klub Persib Bandung. Persib menjadi juara Liga 1 dua musim berturut-turut, yakni 2023/2024 dan 2024/2025.
Thomas Doll
Setelah pensiun sebagai pemain bola, pria kelahiran 9 April 1966 ini menjadi bagian staf pelatih klub Hamburg dan dipercaya mengelola tim muda (reserve team) pada 2002. Pada 2004, ia diangkat menjadi pelatih utama. Dan ia berhasil menyelamatkan Hamburg dari jurang degradasi. Tahun 2005, Thomas Doll sukses membawa Hamburg SV meraih Piala Intertoto, kompetisi yang sudah dihapus UEFA.
Pada musim 2025-2006, Thomas Doll membawa Hamburg SV di posisi ketiga Bundesliga, yang meloloskan mereka ke Liga Champion.
Kiprahnya di Hamburg SV berakhir pada 1 Februari 2007.
Thomas Doll melanjutkan karirnya di Brossia Dortmund pada 19 Mei 2008. Hasilnya tidak begitu memuaskan. Dortmund berada di posisi 13 di Bundesliga kala itu.
Thomas Doll melalang buana ke negara lain. Ia sempat menjadi pelatih di beberapa klub; Genclebirligi SK (Liga Turki), AL-Hilal (Liga Arab Saudi), Ferencvarosi (Liga Hungaria), Hannover 96 (Bundesliga), APOEL (Siprus) dan Persija (Indonesia, 2022-2024).
Timur Kapadze
Satu nama yang akhir-akhir ini santer dibicarakan untuk menjadi pelatih baru timnas PSSI adalah Timur Kapadze. Tidak hanya sukses menjadi pemain, sosok kelahiran 5 September 1981 ini juga sukses menjadi pelatih. Ia berhasil membawa Timnas Uzbekistan U-23 dua kali menjadi runner-up Piala Asia U-23 (2022, 2024). Timur Kapadze juga berhasil membawa Uzbekistan lolos untuk pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun posisinya sebagai pelatih Timnas Uzbekistan berakhir, karena digantikan dengan Fabio Cannavaro. (Ric)
Disadur dari berbagai sumber.










