Dari Atap Atap Tinggi

0
Puisi Oka Swastika MahendraDari atap-atap tinggikami memandang airdahulu sungaikini jalan pulang poranda menelan kenanganSumatra basah oleh lukabukan hujan sematamelainkan taji gergajibekerja tanpa rasaHutan dibabat...

URBI ET ORBI

0
Kagem Romo Mudji Sutrisno Puisi Gus NasInilah khotbah dukacitaDiucap di puncak Golgotta, bukit baku-hantam segala Luka Disaksikan reranting zaitun patah diterpa badaiDan mahkota duri di...

Tujuh Kata Menguak Takdir

0
Puisi Ricky Rickardo Tak terlihat bukan berarti tak adaKeyakinan akan menuntun logikaMembangun jiwaBangkitkan nuraini, agar akal bekerjaCukuplah peristiwa alam sebagai bukti keberadaanNyaCukuplah kejadian-kejadian di sekitar...

Tersenyumlah pada Januari

0
Karya : Mustofa W HasyimDesember, bulan kenyang oleh luka, dusta dan bencanaKorupsi, pesugihan moderndengan tumbalrakyat jelataTahun demi tahuntak ada habisnyaracun zamanditaburkan di pikiranBenalu benalu...

Puisi Doa Untuk Sumatra

0
Oleh: Mustofa W HasyimBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorBanjir berkataLongsor berkataBanjir berkataLongsor berkataMusim meliukkancakrawalaDoa doa akan tumbuhdari hutan hutan tandusbayi bayi belajar berdiribelajar menatap langit.belajar bertanyaAngin yang berubah embunmerayu...

Bendera Putih Ini

0
Puisi Pril HusenoBendera putih ini, naik tinggi sudahDiiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa doa ...Inilah nak, segenggam merah putih yang...

Mahkota Putih Menutupi Kemunafikan

0
Oleh: Rickardo ChairatMerasa hebatMerasa terhormatMerasa terkuatLahirkan arogansi laknatMengaku bodoh, namun masih memakai "tetapi"Mahkota putih di kepalaDijadikannya senjataMembungkam suara-suara deritaTidak mau belajar karena merasa pintarSuka...

Akhirnya Mati!

0
puisi anto narasomaakhirnya, tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan badai air matamaka,ribuan gelondong wajah...

Tamiang

0
Puisi Gus NasSesudah hujan merapatkan barisan Dan hutan lelah mengucap resah: Tamiang Mandi Basah!Aku menyaksikan bergelas-gelas najis dan kemunafikan tumpah di siniMengalir dari botol-botol...

Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana

0
Puisi Yenyen T IskandarAir mata ini terus mengalir, bukan hanya karena kehilangan, tetapi karena kesaksian atas kemuliaanmu, Ibu. Tangan yang seharusnya memelukmu kini harus...

Follow us

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest news