Dari Atap Atap Tinggi
Puisi Oka Swastika MahendraDari atap-atap tinggikami memandang airdahulu sungaikini jalan pulang poranda menelan kenanganSumatra basah oleh lukabukan hujan sematamelainkan taji gergajibekerja tanpa rasaHutan dibabat...
URBI ET ORBI
Kagem Romo Mudji Sutrisno
Puisi Gus NasInilah khotbah dukacitaDiucap di puncak Golgotta, bukit baku-hantam segala Luka Disaksikan reranting zaitun patah diterpa badaiDan mahkota duri di...
Tujuh Kata Menguak Takdir
Puisi Ricky Rickardo
Tak terlihat bukan berarti tak adaKeyakinan akan menuntun logikaMembangun jiwaBangkitkan nuraini, agar akal bekerjaCukuplah peristiwa alam sebagai bukti keberadaanNyaCukuplah kejadian-kejadian di sekitar...
Tersenyumlah pada Januari
Karya : Mustofa W HasyimDesember, bulan kenyang oleh luka, dusta dan bencanaKorupsi, pesugihan moderndengan tumbalrakyat jelataTahun demi tahuntak ada habisnyaracun zamanditaburkan di pikiranBenalu benalu...
Puisi Doa Untuk Sumatra
Oleh: Mustofa W HasyimBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirLongsorBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirBanjirLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorLongsorBanjir berkataLongsor berkataBanjir berkataLongsor berkataMusim meliukkancakrawalaDoa doa akan tumbuhdari hutan hutan tandusbayi bayi belajar berdiribelajar menatap langit.belajar bertanyaAngin yang berubah embunmerayu...
Bendera Putih Ini
Puisi Pril HusenoBendera putih ini, naik tinggi sudahDiiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa doa ...Inilah nak, segenggam merah putih yang...
Mahkota Putih Menutupi Kemunafikan
Oleh: Rickardo ChairatMerasa hebatMerasa terhormatMerasa terkuatLahirkan arogansi laknatMengaku bodoh, namun masih memakai "tetapi"Mahkota putih di kepalaDijadikannya senjataMembungkam suara-suara deritaTidak mau belajar karena merasa pintarSuka...
Akhirnya Mati!
puisi anto narasomaakhirnya, tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan badai air matamaka,ribuan gelondong wajah...
Tamiang
Puisi Gus NasSesudah hujan merapatkan barisan Dan hutan lelah mengucap resah: Tamiang Mandi Basah!Aku menyaksikan bergelas-gelas najis dan kemunafikan tumpah di siniMengalir dari botol-botol...
Sujud Terakhir di Balik Lumpur Bencana
Puisi Yenyen T IskandarAir mata ini terus mengalir, bukan hanya karena kehilangan, tetapi karena kesaksian atas kemuliaanmu, Ibu. Tangan yang seharusnya memelukmu kini harus...

















