Catatan dari Konvensi Tahunan ISNA

0
Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki*Di akhir pekan Labor Day tahun ini, Komunitas Muslim Amerika menggelar hajatan akbarnya: Konvensi Tahunan ISNA (Islamic Society of North America)....

Sangkar Besi T’lah Patah

0
Puisi Pril HusenoSangkar besi tlah patahLelaki berjalan lepas luar gerbang Penuh kekejian dan hinaTembok tinggi penjara ujung timur kota. Terhuyung pelan hendak ke mana...

Yogyakarta: Mengingat Kembali Alasan Kita Menjadi Republik

0
Oleh : In’amul Mustofa M.IP.**Ada saat-saat tertentu ketika sebuah bangsa perlu kembali menengok keputusan-keputusan sejarahnya. Bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk mencari kembali alasan mengapa...

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Sandiwara Menggelikan

0
Oleh: Sobirin Malian (Dosen FH UAD) Ketika cairan kimia korosif mendarat di wajah Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang melepuh bukan hanya jaringan kulit...

Pada Adegan Terakhir Kita

0
(bagi Jaid Saidi)Puisi Anto Narasomalihatlah !seperti waktuyang menyajikan tempo, penuh kerut-merut dalam naskahkadang berawan penuh kabut ; kadang-kadang hujan badai di wajahmu menitikkan kata-kata...

Subuh Terbelah

0
Puisi Joko Pranoto sepanjang malam kulahap Kabbalahingin mengerti:mengapa mereka disebut hebatmenjelang fajarkuajak indra -menembus setiap garismembaca warnamencari jawab:begitu sempurnakahmusyawarah burung?belum sempat kupahami sebarispun tentang...

Kebakaran Hutan Indonesia

0
rakyat pintar, petinggi ingkar, pembakar adalah siluman lebih pintarPuisi oka swastika mahendraHutan kembali menyalaLangit kembali hitamRakyat kembali sesakPetinggi kembali bicaraSiluman kembali menghilangRakyat membaca asapRakyat...

Dirun

0
Puisi Pril HusenoDirun, pedagang kecil tepi pasar JatinegaraSelewat trotoar dia bergumamPanas Jakarta kali ini, beda dengan duluKota ini semakin berdebu dan dosa,Semakin sesak mengepul.Serigala...

Rubaiyat Malam dan Takdir

0
Puisi Rickardo Chairat​Duduk sendiri di remangnya malam,Sebatang rokok di jemari telah padam.Aku terpaku di ceruk sunyi,Jiwa yang terang kembali kelam.​Larik waktu makin menahan sepi,Bisik...

Diam Yang Membunuh

0
Puisi Mariska LubisTerang menyambut burung berkicauMembuat hati tenang menghadapi ceracauNamun seringis tetap terjabarkanAda senyap menyengat tak kuasa dilawanKonon melawan itu perluPantang menyerah hingga semua...

Follow us

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest news